penyakit-daun

Waspada! Ini 3 Penyakit Daun Padi yang Perlu Sobat DGW Fertilizer Ketahui

Padi adalah tanaman pangan utama di Indonesia, menjadi sumber penghidupan jutaan petani dan bagian dari budaya masyarakat. Namun, selama proses budidaya, padi sering menghadapi tantangan berupa serangan hama dan penyakityang bisa mengancam hasil panen. Salah satu masalah yang paling umum adalah penyakit daun padi.

Kenali gejala dan cara mengatasinya agar panen tetap optimal!

  1. Bercak Daun Coklat

Penyakit ini termasuk yang paling sering muncul di sawah Indonesia. Gejalanya ditandai dengan bercak coklat pada daun. Jika dibiarkan, penyakit ini dapat menurunkan hasil panen hingga 40% dan mempengaruhi kualitas biji per malai. Bahkan bibit dari benih terinfeksi bisa mengalami kematian dini.

Solusi:

  • Gunakan bibit sehat dari sumber terpercaya.
  • Lakukan sanitasi lahan dengan membuang daun yang terinfeksi.
  • Semprot fungisida bila infeksi sudah terlihat luas.

 

  1. Bercak Pelepah Daun (Hawar Upih Daun)

Penyakit ini menyerang pelepah daun dan dapat memengaruhi panjang malai serta persentase kehampaan gabah, meski berat biji biasanya tidak terlalu terpengaruh. Penyebabnya adalah patogen Rhizoctonia solani, yang bisa menyebabkan kehilangan hasil hingga 25%.

Solusi:

  • Pastikan drainase lahan baik agar tidak ada genangan air.
  • Terapkan rotasi tanaman untuk memutus siklus penyakit.
  • Gunakan fungisida sesuai dosis untuk pencegahan.

 

  1. Hawar Daun Bakteri (Kresek)

Disebabkan oleh bakteri Xanthomonas campestris, penyakit ini dapat menurunkan hasil panen hingga 36%. Hawar daun bakteri biasanya muncul di musim hujan atau ketika lahan sering tergenang air.

Solusi:

  • Pilih varietas padi tahan bakteri.
  • Lakukan sanitasi rutin dan tanam padi dengan jarak cukup, misalnya sistem jajar legowo.
  • Gunakan bakterisida bila gejala mulai terlihat.

 

Cara Mengendalikan Penyakit Daun Padi

  1. Pengendalian Mekanis
  • Pastikan drainase lahan baik agar tanaman tidak tergenang.
  • Bersihkan gulma yang bisa menjadi tempat persebaran patogen.
  • Gunakan teknik penanaman yang tepat seperti jajar legowo untuk memudahkan sirkulasi udara.
  1. Pengendalian Hayati
  • Manfaatkan agens hayati, misalnya bakteri Corynebacterium, yang mampu menekan pertumbuhan bakteri penyebab kresek.
  • Cara ini ramah lingkungan dan membantu menjaga keseimbangan ekosistem sawah.
  1. Pengendalian Kimiawi
  • Gunakan fungisida atau bakterisida sesuai jenis penyakit yang menyerang.
  • Pastikan pemberian pupuk, terutama nitrogen, seimbang untuk meningkatkan daya tahan tanaman.

 

Kesimpulan

Sobat DGW Fertilizer, mengenali gejala penyakit daun padi dan menerapkan pengendalian yang tepat sangat penting untuk menjaga kualitas dan kuantitas panen. Dengan kombinasi langkah mekanis, hayati, dan kimiawi, tanaman padi dapat tumbuh sehat dan siap menghasilkan panen yang melimpah.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *