Salah satu teknik budidaya untuk meningkatkan produksi tanaman yaitu memanipulasi pertumbuhan dengan cara pemangkasan daun atau pruning. Pruning atau pemangkasan ini bertujuan untuk menghambat pertumbuhan vegetatif tenaman sehingga asimilat yang dihasilkan akan lebih fokus pada perkembangan generatif tanaman.
Sobat DGW Fertilizer perlu ketahui, dengan melakukan pemangkasan daun dapat mengurangi kerontokan bunga yang belum matang terutama pada tanaman kacang-kacangan. Tanaman akan menyimpan lebih banyak sumber daya untuk mendukung perkembangan generatif.
Tidak hanya pada pemangkasan daun, tetapi pemangkasan pucuk dapat membantu merangsang dan memperbanyak jumlah cabang yang produktif pada tanaman.
Dengan pruning yang tepat, tanaman Sobat dapat memperoleh sirkulasi udara yang baik, cahaya matahari optimal, serta distribusi nutrisi yang lebih efisien. Hal ini terbukti mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen Sobat!
Apa saja tanaman yang perlu dipruning secara rutin agar produktivitasnya maksimal? Simak penjelasan berikut Sobat!
- Tomat
Tomat sangat responsif terhadap pruning, terutama pada tunas air. Pemangkasan tunas yang tumbuh di ketiak daun membantu tanaman memfokuskan energi pada pembentukan buah. Selain itu, pruning mengurangi risiko penyakit akibat kelembapan berlebih.
- Cabai
Pruning pada tanaman cabai dilakukan dengan memangkas pucuk saat tanaman muda dan cabang tidak produktif. Teknik ini merangsang pertumbuhan cabang baru yang lebih banyak, sehingga jumlah bunga dan buah meningkat secara signifikan.
- Terong
Tanaman terung memerlukan pemangkasan cabang tua dan daun yang menutupi bunga. Selain itu pruning pada terong yaitu membuang tunas air di bawah percabangan utama (cabang Y) agar pertumbuhan fokus pada pembungaan dan pembuahan. Pruning membantu memperlancar penyerbukan dan mencegah buah kecil atau cacat akibat kekurangan cahaya matahari.
4. Mentimun
Pruning pada mentimun dilakukan dengan memangkas tunas lateral berlebih, daun tua, tunas, cabang dan daun yang tidak produktif. Teknik ini membantu tanaman fokus pada pembentukan buah, mencegah kelembapan berlebih, serta mengurangi risiko penyakit jamur.
- Buncis
Tanaman buncis, terutama jenis merambat, perlu dipruning untuk mengontrol pertumbuhan vegetatif. Pemangkasan pucuk dan cabang yang terlalu rimbun dapat meningkatkan jumlah polong dan memperpanjang masa panen.
- Anggur
Pruning merupakan kunci utama dalam budidaya anggur. Bagian yang dipruning yaitu memotong cabang tersier (ranting kecil) dengan menyisakan sejumlah mata tunas untuk merangsang pembuahan. Serta memangkas cabang primer dan sekunder untuk membentuk kerangka pohon. Pemangkasan dilakukan untuk mengontrol jumlah tunas dan dompolan buah. Tanpa pruning, tanaman anggur cenderung menghasilkan banyak daun tetapi sedikit buah berkualitas.
7. Strawberry
Pruning pada stroberi dilakukan dengan membuang stolon (runner) dan daun tua. Tujuannya agar energi tanaman difokuskan pada pembentukan bunga dan buah, sehingga ukuran dan rasa stroberi menjadi lebih baik.
- Mangga
Pemangkasan pascapanen pada tanaman mangga bertujuan membentuk tajuk, merangsang pertumbuhan tunas produktif, serta mempercepat pembungaan. Pruning yang tepat juga membantu mengurangi serangan hama dan penyakit.
- Jeruk
Tanaman jeruk perlu dipruning untuk membuang cabang mati, sakit, atau saling bertumpuk. Dengan tajuk yang seimbang, proses fotosintesis menjadi lebih efisien dan buah dapat tumbuh lebih besar serta merata.
- Mawar (Tanaman Hias Produktif)
Meskipun termasuk tanaman hias, mawar sering dibudidayakan secara komersial. Pruning secara rutin merangsang munculnya tunas baru dan bunga yang lebih banyak, sehingga meningkatkan nilai jual tanaman.
Manfaat Pruning Secara Umum
Pruning tidak hanya meningkatkan hasil panen, tetapi juga memperpanjang umur tanaman, memperbaiki kualitas buah, serta memudahkan perawatan. Waktu pruning yang ideal umumnya dilakukan saat tanaman tidak berada pada fase berbunga atau berbuah lebat.
Kesimpulan
Pruning merupakan teknik sederhana namun berdampak besar dalam dunia pertanian. Dengan menerapkan pemangkasan yang tepat pada tanaman seperti tomat, cabai, anggur, dan mangga, petani dapat memperoleh hasil panen yang lebih optimal dan berkelanjutan. Oleh karena itu, pemahaman teknik pruning sangat penting bagi keberhasilan budidaya tanaman.
Sumber :
- Ashari, S. (2006). Hortikultura Aspek Budidaya. Jakarta: UI Press.
- Gardner, F. P., Pearce, R. B., & Mitchell, R. L. (1991). Physiology of Crop Plants. Iowa State University Press.
- Direktorat Jenderal Hortikultura. (2019). Pedoman Teknis Budidaya Tanaman Hortikultura. Kementerian Pertanian RI.
- Hartmann, H. T., et al. (2014). Plant Propagation: Principles and Practices. Pearson Education.
- Buletin Agrohorti, 11(1): 125-135 (2023)- Pengaruh Pemangkasan Daun terhadap Produktivitas Tiga Varietas Kacang Tunggak (Vigna unguiculata L. Walp).

