Dalam beberapa tahun terakhir, nama PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) mulai sering muncul di kalangan petani. PGPR adalah kelompok bakteri baik yang hidup di sekitar akar tanaman. Fungsinya bukan sekadar menempel di tanah, tetapi membantu tanaman tumbuh lebih sehat sekaligus memperkuat ketahanan terhadap penyakit.
Dengan meningkatnya kebutuhan pertanian yang ramah lingkungan, PGPR banyak dipilih sebagai biofertilizer alami. Kehadirannya membuat tanaman tetap subur tanpa terlalu banyak bergantung pada pupuk kimia, sehingga pengelolaan lahan menjadi lebih efisien dan berkelanjutan.
Kandungan dan Mekanisme Kerja PGPR
Setiap jenis PGPR membawa manfaat berbeda. Beberapa senyawa penting yang dihasilkan bakteri ini antara lain:
- Hormon Auksin (IAA)
PGPR menghasilkan auksin, hormon yang membantu akar tumbuh lebih panjang dan banyak. Dengan akar yang lebih kuat, tanaman mampu menyerap air dan nutrisi lebih efektif.
- Giberelin & Sitokinin
Kedua hormon ini mempercepat perkecambahan, memacu pemanjangan batang, serta menjaga daun tetap hijau lebih lama. Tanaman pun terlihat lebih segar dan produktif.
- Siderofor
Senyawa ini mengikat unsur besi dalam tanah dan membuatnya lebih mudah digunakan tanaman. Selain mendukung fotosintesis, siderofor juga menghambat patogen yang memerlukan besi untuk tumbuh.
- Enzim & Antibiotik Alami
Beberapa strain PGPR menghasilkan enzim penghambat penyakit akar. Fungsinya mirip “penjaga” di sekitar akar agar jamur atau bakteri patogen tidak berkembang.
- Pelarut Fosfat & Pengikat Nitrogen
PGPR mampu melarutkan fosfat yang semula tidak tersedia untuk tanaman. Ada pula jenis PGPR yang membantu menyediakan nitrogen langsung dari udara. Dengan begitu, tanaman tetap mendapat nutrisi lengkap tanpa pemupukan berlebihan.
Manfaat PGPR untuk Tanaman di Lapangan
Berbagai penelitian dan pengalaman petani menunjukkan bahwa PGPR memberikan dampak nyata, di antaranya:
- Akar tumbuh lebih cepat dan lebih banyak
- Nutrisi N, P, dan Fe menjadi lebih mudah diserap tanaman
- Daun lebih hijau dan tahan lama
- Tanaman lebih kuat menghadapi penyakit
- Penggunaan pupuk kimia dapat dikurangi
Efeknya membuat pertumbuhan tanaman lebih stabil, terutama pada masa awal pertumbuhan yang menentukan keberhasilan panen.
Mengapa PGPR Layak Dicoba Petani?
PGPR bekerja secara alami dan aman untuk berbagai jenis tanaman, mulai dari padi, cabai, bawang, hingga hortikultura lainnya. Bakteri ini bukan hanya menambah kesuburan, tetapi juga meningkatkan ketahanan tanaman. Dengan dukungan nutrisi dan perlindungan dari PGPR, tanaman dapat tumbuh lebih optimal meskipun kondisi lahan tidak selalu ideal.
Kesimpulan
PGPR bukan sekadar bakteri menguntungkan, tetapi mitra alami tanaman. Dengan kemampuan menghasilkan hormon pertumbuhan, menyediakan nutrisi, serta melindungi akar dari penyakit, PGPR menjadi pilihan tepat untuk pertanian yang lebih sehat dan efisien.
Dengan penggunaan PGPR yang tepat, petani dapat mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, meningkatkan kesuburan tanah, dan mendapatkan hasil panen yang lebih maksimal—semua tetap dalam konsep pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan.

