Pupuk-ZA

Lengkapi Kebutuhan Pupuk Amonium Sulfat (ZA) untuk Tanaman Sobat!

Pupuk ZA atau  “Zwavelzure Amoniak” merupakan salah satu pupuk kimia penting yang mengandung unsur hara makro utama berupa Nitrogen (N) dan Sulfur (S).

Aplikasi pupuk ZA yang tepat akan membantu mendukung pertumbuhan tanaman, meningkatkan kualitas hasil panen, serta mencegah defisiensi unsur hara tanaman Sobat DGW Fertilizer.

Berikut panduan lengkapnya agar pemanfaatan ZA maksimal.

Kandungan unsur dan manfaatnya

Pupuk ZA umumnya memiliki komposisi sekitar 21% Nitrogen dan 24% Sulfur.

  • Nitrogen (N) berfungsi salah satu unsur hara penting dalam pembentukan klorofil daun, pertumbuhan vegetatif dan pembentukan protein pada tanaman.
  • Sulfur (S) mendukung metabolisme nitrogen, pembentukan klorofil, serta memengaruhi kualitas hasil panen (warna, rasa, aroma) dan ketahanan terhadap hama/penyakit.

    Dengan kombinasi ini, ZA menjadi pilihan tepat untuk diaplikasikan sebagai pupuk dasar terutama pada tanaman yang membutuhkan sulfur secara signifikan.

Kapan dan bagaimana menggunakan ZA

  • Karena reaksinya agak lambat dibanding pupuk dengan Nitrogen tinggi seperti urea, ZA sering digunakan sebagai pupuk dasar sebelum masa tanam atau pada tahap vegetatif awal.
  • Aplikasi dapat dilakukan dengan menyebar dan mencampur ke dalam tanah di sekitar zona akar atau bandingkan dengan rekomendasi dosis.

 Keunggulan Aplikasi Pupuk ZA 

  • Meningkatkan pertumbuhan tanaman berupa tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan atau cabang
  • Memperbaiki kualitas hasil panen: lebih hijau daunnya, warna buah lebih baik, aroma dan rasa meningkat.
  • Menambah ketahanan tanaman terhadap hama dan penyakit karena unsur sulfur berperan dalam mekanisme pertahanan.
  • Dapat digunakan sebagai pupuk dasar dan dapat dicampur dengan pupuk lain.  
  1. Tips pemakaian agar optimal
  • Lakukan uji tanah terlebih dahulu untuk mengetahui kondisi pH dan kadar sulfur tanah sebelum aplikasi ZA.
  • Waktu aplikasi paling baik adalah saat tanah siap tanam dan kondisi cuaca stabil (hindari hujan lebat yang langsung mencuci pupuk).
  • Simpan pupuk dalam kondisi kering, tidak terkena sinar matahari langsung maupun kelembapan tinggi.
  • Kombinasikan pemupukan dengan jenis pupuk lain sesuai fase pertumbuhan tanaman (misalnya setelah vegetatif dapat pupuk P/K untuk pembungaan).
  • Catat dosis dan hasil panen sebagai bahan evaluasi untuk musim tanam berikutnya: apakah penggunaan ZA berdampak positif terhadap kualitas dan kuantitas hasil.

Kesimpulan

Memenuhi kebutuhan hara Nitrogen dan Sulfur melalui pupuk ZA adalah langkah penting untuk mendukung pertumbuhan tanaman yang sehat dan hasil panen berkualitas. Dengan memahami kandungan, manfaat, waktu aplikasi, serta kondisi tanah yang sesuai, penggunaan ZA dapat memberikan hasil yang optimal. Namun, seperti pupuk kimia lainnya, pemakaian yang bijaksana dan sesuai rekomendasi teknis sangat penting agar tidak menimbulkan efek samping seperti keasaman tanah atau pemborosan biaya.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *