Ubi-Cilembu

Tak Hanya Manis! Ini Fakta Unik Ubi Cilembu yang Wajib Sobat Tahu!

Ubi Cilembu merupakan salah satu komoditas hortikultura khas Indonesia yang berasal dari Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Ubi ini merupakan kultivar ubi jalar ras lokal asal Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat

Ubi ini dikenal memiliki rasa manis khas seperti madu, terutama setelah dipanggang.
Karena cita rasanya yang unik dan berbeda dari ubi lainnya, Ubi Cilembu telah menjadi produk unggulan daerah dan banyak diminati baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Berikut beberapa fakta menarik tentang Ubi Cilembu yang jarang diketahui, namun penting untuk dipahami bagi Sobat DGW Fertilizer yang ingin membudidayakannya.

  1. Hanya Bisa Tumbuh Optimal di Wilayah Tertentu

Meskipun ubi manis banyak dibudidayakan di Indonesia, tidak semua daerah dapat menghasilkan ubi dengan karakteristik seperti Ubi Cilembu. Tanah dan iklim khas Desa Cilembu dan sekitarnya dianggap memberikan pengaruh besar terhadap rasa manis alami ubi ini. Kondisi tanah yang subur dan suhu lingkungan yang tepat membuat kandungan gula pada ubi meningkat secara alami. Itulah sebabnya, meskipun bibitnya ditanam di luar daerah tersebut, rasa ubinya belum tentu sama.

  1. Dijuluki “Ubi Madu” Karena Rasanya yang Manis

Ketika dipanggang, Ubi Cilembu akan mengeluarkan cairan lengket berwarna cokelat keemasan yang mirip madu. Manisnya pun alami tanpa tambahan gula, sehingga banyak masyarakat menyebutnya sebagai ubi madu. Proses pemanggangan memicu perubahan karbohidrat kompleks menjadi gula sederhana, sehingga menghasilkan rasa manis yang khas dan aroma harum yang menggugah selera.

  1. Mengandung Banyak Nutrisi

Ubi Cilembu tidak hanya enak, tetapi juga kaya gizi. Ubi ini mengandung vitamin A, vitamin C, serat, serta berbagai mineral penting seperti magnesium dan kalium. Kandungan serat yang tinggi membantu menjaga kesehatan pencernaan, sedangkan vitamin A baik untuk kesehatan mata. Selain itu, indeks glikemiknya tergolong lebih rendah dibandingkan beberapa jenis karbohidrat lain, sehingga relatif lebih aman untuk dikonsumsi dalam jumlah wajar oleh penderita diabetes.

  1. Berpotensi Sebagai Produk Ekspor

Popularitas Ubi Cilembu tidak hanya di Indonesia, tetapi juga telah merambah pasar internasional, terutama Jepang, Singapura, dan beberapa negara Timur Tengah. Cita rasa unik dan kualitasnya yang berstandar tinggi membuat permintaan terhadap Ubi Cilembu terus meningkat. Pemerintah dan petani lokal juga terus mendorong ekspor dengan meningkatkan kualitas produksi serta memperbaiki proses pascapanen.

  1. Memiliki Teknik Penyimpanan Khusus

Agar Ubi Cilembu tetap manis dan tahan lama, diperlukan proses penyimpanan khusus yang dikenal dengan teknik curing. Caranya adalah dengan menyimpan ubi pada suhu hangat dan kelembaban tertentu selama beberapa hari setelah dipanen. Proses ini memungkinkan gula dalam ubi berkembang secara optimal dan meningkatkan umur simpannya. Ubi Cilembu yang disimpan dengan cara yang benar dapat bertahan hingga beberapa minggu.

  1. Cocok untuk Berbagai Olahan Kuliner

Selain dipanggang, Ubi Cilembu bisa diolah menjadi berbagai makanan seperti donat, kue, brownies, keripik, hingga es krim. Tekstur lembut dan rasanya yang manis alami menjadikannya bahan dasar makanan yang disukai banyak orang.

Daftar Pustaka

  1. Purwaningsih, R. (2016). Kandungan Gizi dan Manfaat Ubi Jalar. Jurnal Pangan dan Hortikultura.
  2. Dinas Pertanian Kabupaten Sumedang. (2020). Profil Ubi Cilembu sebagai Produk Unggulan Daerah.
  3. FAO. (2015). Sweet Potato Production and Nutritional Facts.
  4. Susanto, A. (2018). Teknik Budidaya dan Pascapanen Ubi Cilembu. Balai Penelitian Tanaman Pangan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *