hormon-pertumbuhan

Di Balik Pertumbuhan Tanaman yang Optimal: Hormon-Hormon Penting yang Mengaturnya

Hormon pertumbuhan pada tanaman merupakan senyawa kimia alami yang berperan penting dalam mengatur proses pertumbuhan, perkembangan dan respon tanaman terhadap lingkungan. Hormon ini sering disebut sebagai fitohormon atau zat pengatur tumbuh (ZPT).

Walaupun jumlahnya sangat kecil, pengaruh hormon tanaman sangat besar terhadap pembentukan akar, batang, daun, bunga, hingga buah.

Apa saja hormon pertumbuhan yang berperan penting dalam pertumbuhan tanaman ?
Simak penjelasan berikut Sobat!

  1. Auksin

Auksin adalah hormon pertumbuhan tanaman yang berfungsi merangsang pemanjangan sel, terutama pada bagian batang. Hormon ini juga berperan dalam pembentukan akar adventif dan dominansi apikal, yaitu kondisi di mana tunas utama tumbuh lebih dominan dibandingkan tunas samping. Dalam praktik pertanian, auksin sering dimanfaatkan untuk merangsang perakaran stek tanaman serta mencegah gugurnya buah sebelum panen.

  1. Giberelin

Giberelin berfungsi dalam proses pemanjangan batang, pembelahan sel dan pembungaan. Hormon ini juga mampu mematahkan dormansi biji sehingga mempercepat perkecambahan. Pada tanaman hortikultura, giberelin sering digunakan untuk meningkatkan ukuran buah, seperti pada anggur dan tomat, serta mempercepat pembungaan tanaman tertentu.

  1. Sitokinin

Sitokinin berperan penting dalam pembelahan sel dan menunda proses penuaan pada daun. Hormon ini membantu mempertahankan warna hijau daun lebih lama dengan menghambat kerusakan klorofil. Dalam kultur jaringan, sitokinin digunakan untuk merangsang pembentukan tunas baru sehingga mempercepat perbanyakan tanaman secara vegetatif.

  1. Etilen

Etilen merupakan hormon tanaman berbentuk gas yang berperan dalam proses pematangan buah dan penuaan jaringan tanaman. Hormon ini juga memicu gugurnya daun, bunga, dan buah. Dalam industri pertanian, etilen sering dimanfaatkan untuk menyeragamkan pematangan buah seperti pisang dan mangga agar siap dipasarkan dalam waktu bersamaan.

  1. Asam Absisat (ABA)

Asam absisat dikenal sebagai hormon penghambat pertumbuhan. ABA berperan dalam menutup stomata saat tanaman mengalami kekeringan sehingga mengurangi penguapan air. Selain itu, hormon ini membantu mempertahankan dormansi biji dan tunas agar tanaman dapat bertahan pada kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan.

Manfaat Hormon Pertumbuhan Tanaman

Pemanfaatan hormon pertumbuhan tanaman memberikan banyak keuntungan, antara lain meningkatkan hasil panen, mempercepat pertumbuhan, memperbaiki kualitas buah, serta membantu tanaman beradaptasi terhadap stres lingkungan. Penggunaan ZPT yang tepat dapat mendukung pertanian berkelanjutan dan meningkatkan produktivitas secara signifikan.

Kesimpulan

Hormon pertumbuhan tanaman memiliki peran vital dalam seluruh siklus hidup tanaman. Dengan memahami jenis dan manfaat hormon seperti auksin, giberelin, sitokinin, etilen, dan asam absisat, petani dan praktisi pertanian dapat mengoptimalkan pertumbuhan tanaman secara efektif dan ramah lingkungan.

Daftar Pustaka

  1. Salisbury, F. B., & Ross, C. W. (1995). Plant Physiology. Wadsworth Publishing.
  2. Taiz, L., Zeiger, E., Møller, I. M., & Murphy, A. (2015). Plant Physiology and Development. Sinauer Associates.
  3. Lakitan, B. (2012). Dasar-dasar Fisiologi Tumbuhan. RajaGrafindo Persada.
  4. Gardner, F. P., Pearce, R. B., & Mitchell, R. L. (1991). Physiology of Crop Plants. Iowa State University Press.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *