Dalam beberapa tahun terakhir, porang menjadi salah satu tanaman umbi yang paling banyak dibicarakan di dunia pertanian Indonesia. Tidak hanya karena harganya yang menjanjikan, tetapi juga karena kandungan glukomanan di dalam umbinya yang memiliki beragam manfaat—mulai dari industri pangan, kesehatan, hingga kosmetik. Potensi pasar yang luas menjadikan porang sebagai tanaman strategis bagi petani yang ingin meningkatkan keuntungan.
Agar budidayanya memberikan hasil yang maksimal, diperlukan teknik pengelolaan yang tepat sejak awal penanaman hingga pasca panen. Berikut pembahasan lengkap yang bisa Sobat DGW Fertilizer jadikan panduan.
- Menyiapkan Lahan dan Menanam Porang
Tahapan awal budidaya porang dimulai dengan memastikan kondisi lahan sesuai. Tanaman ini akan tumbuh optimal pada tanah yang gembur, subur, memiliki drainase baik, serta mengandung pasir atau lempung berpasir. pH tanah ideal berkisar 6–7, sehingga perbaikan tanah menggunakan pupuk kandang dianjurkan sebelum proses tanam dimulai.
Untuk bahan tanam, porang dapat diperbanyak menggunakan umbi, katak (bulbil), atau biji.
- Umbi ditanam sedalam 10–15 cm dengan jarak tanam antara 60–100 cm.
- Katak ditanam lebih dangkal, sekitar 3–5 cm, dengan jarak tanam sama seperti umbi.
Pemilihan bibit yang sehat dan berkualitas akan sangat berpengaruh terhadap ukuran dan kualitas umbi saat panen.
- Merawat Tanaman Porang
Perawatan porang tidak terlalu rumit, namun harus konsisten. Penyiraman cukup dilakukan saat tanah mulai mengering, terutama pada musim kemarau. Porang tidak menyukai tanah tergenang air sehingga pengaturan drainase harus diperhatikan.
Penyiangan dilakukan untuk mengurangi persaingan nutrisi dari gulma. Menariknya, porang mampu tumbuh dengan baik di lahan yang dinaungi pohon-pohon besar seperti jati, mahoni, atau trembesi. Hal ini berarti petani bisa memanfaatkan sistem tumpangsari.
Pemupukan menjadi bagian penting dalam perawatan porang. Dengan suplai nutrisi yang cukup, tanaman dapat tumbuh lebih cepat dan menghasilkan umbi yang lebih besar.
- Pupuk yang Direkomendasikan dan Cara Pemberiannya
Pupuk Organik
Pupuk kandang dan kompos berfungsi memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan populasi mikroorganisme baik. Pemberian pupuk organik dianjurkan sebelum tanam atau saat pengolahan tanah.
Pupuk Anorganik
Tanaman porang juga memerlukan unsur hara makro tambahan seperti nitrogen, fosfor, dan kalium. Pupuk NPK umumnya diberikan sebanyak 200–300 kg per hektar.
Pembagiannya:
- Setengah dosis saat awal penanaman
- Sisanya diberikan ketika tanaman memasuki umur sekitar 3 bulan
Pupuk Hayati
Biofertilizer bisa menjadi tambahan untuk meningkatkan ketersediaan nutrisi dalam tanah sekaligus memperkuat sistem perakaran. Pemakaiannya mengikuti petunjuk dari produk yang digunakan.
Pemupukan yang seimbang akan membantu porang menghasilkan umbi yang lebih besar dan berkualitas.
- Mengatasi Hama dan Penyakit pada Porang
Porang dapat terserang beberapa jenis hama seperti ulat daun dan belalang. Pengendalian mekanis, seperti mengambil hama secara manual atau memakai insektisida nabati, dapat dilakukan untuk mencegah kerusakan berat.
Untuk penyakit, busuk batang semu, busuk umbi, dan layu bakteri adalah yang paling sering ditemukan. Pencegahannya yaitu:
- memastikan lahan bersih,
- menghindari genangan air,
- serta mencabut tanaman yang terinfeksi agar tidak menular ke tanaman lain.
Pengelolaan lahan yang baik merupakan kunci utama meminimalkan risiko serangan hama dan penyakit.
- Teknik Panen dan Penanganan Pasca Panen
Porang umumnya siap dipanen setelah berumur 2–3 tahun. Daun yang mulai menguning dan mengering merupakan tanda bahwa umbi berada pada ukuran maksimal. Penggalian dilakukan dengan hati-hati agar umbi tidak luka atau patah.
Setelah diambil, umbi harus dikeringkan terlebih dahulu. Proses pengeringan biasanya dilakukan dengan menjemur di bawah sinar matahari hingga kadar air menurun. Umbi kering kemudian disimpan di tempat yang berventilasi baik untuk mencegah jamur.
Penanganan pasca panen yang benar akan menjaga kualitas umbi dan nilai jualnya.
Penutup
Porang bukan sekadar tanaman umbi biasa—komoditas ini memiliki pasar yang luas dan nilai jual yang tinggi. Dengan persiapan lahan yang baik, pemilihan bibit berkualitas, pemupukan tepat, serta pengendalian hama dan penyakit yang rutin, budidaya porang dapat menjadi peluang usaha yang sangat menjanjikan.
Bagi Sobat yang ingin memulai agribisnis porang, penerapan teknik budidaya yang tepat adalah langkah pertama menuju panen yang sukses dan menguntungkan.

