PEMUPUKAN-TANAMAN-PARE

Pemupukan Tanaman Pare untuk Mendukung Pertumbuhan dan Produktivitas Optimal

Tanaman pare atau paria merupakan salah satu komoditas sayuran yang memiliki nilai ekonomi dan potensi produktivitas cukup tinggi. Meski dikenal dengan cita rasanya yang pahit, pare memiliki banyak peminat dan dapat menjadi peluang usaha yang menarik bagi Sobat Tani.

Permintaan pasar terhadap pare membuat tanaman ini layak dikembangkan secara intensif. Untuk mendapatkan pertumbuhan tanaman yang sehat dan hasil panen yang optimal, diperlukan pengelolaan budidaya yang tepat, mulai dari persiapan lahan, pemilihan benih, perawatan tanaman, hingga pemenuhan kebutuhan nutrisi secara seimbang.

Budidaya Pare, Perhatikan Setiap Tahap Pertumbuhan

Budidaya pare diawali dengan menyiapkan lahan yang gembur, memiliki drainase baik, serta mendapatkan sinar matahari yang cukup. Benih pare dapat disemai terlebih dahulu sebelum dipindahkan ke lahan. Setelah tanaman mulai tumbuh, pemasangan ajir atau para-para perlu dilakukan karena pare merupakan tanaman merambat. Dengan adanya rambatan, tanaman dapat tumbuh lebih terarah, sirkulasi udara di sekitar tanaman menjadi lebih baik, dan proses pemeliharaan maupun pemanenan dapat dilakukan dengan lebih mudah.

 

Selain pengairan dan pengendalian organisme pengganggu tanaman, pemenuhan kebutuhan nutrisi menjadi bagian penting dalam budidaya pare. Tanaman membutuhkan unsur hara dalam jumlah dan waktu yang berbeda sesuai fase pertumbuhannya. Oleh karena itu, pemberian pupuk sebaiknya dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan perkembangan tanaman. Pemupukan yang tepat membantu mendukung pertumbuhan vegetatif, pembentukan bunga, perkembangan buah, serta menjaga tanaman tetap produktif selama masa panen.

ilustrasi-pemupukan-tanaman-pare

Rekomendasi Pemupukan Pare dengan DGW Fertilizer

Untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman pare, Sobat Tani dapat menerapkan pemupukan berimbang menggunakan rangkaian produk DGW Fertilizer. Program pemupukan dapat dimulai dengan pemberian pupuk dasar berupa NPK GOLD DGW 150 kg/ha dan HX-DAP 50 kg/ha. Kedua pupuk tersebut diaplikasikan dengan cara ditaburkan secara merata pada area yang telah dipersiapkan.

Memasuki umur 15 HST (Hari Setelah Tanam), tanaman pare dapat diberikan NPK COMPACTION DGW 15-15-15+TE sebanyak 200 kg/ha dan HX-AS 150 kg/ha dengan cara ditaburkan secara merata. Pada fase ini, tanaman membutuhkan dukungan nutrisi untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

Selanjutnya, pada umur 30 HST, gunakan NPK BOOSTER DGW 12-6-22-3+TE 150 kg/ha dan HX-MROPH 25 kg/ha. Pemupukan dilanjutkan pada umur 45 HST dengan NPK BOOSTER DGW 12-6-22-3+TE 150 kg/ha dan HX-MROPH 50 kg/ha. Aplikasi pupuk dilakukan dengan cara ditaburkan secara merata sesuai kondisi lahan dan tanaman.

Untuk melengkapi kebutuhan nutrisi melalui pupuk daun, pada umur 15–45 HST dapat diaplikasikan HX-MKP dengan dosis 2–5 gram/L melalui penyemprotan atau pengocoran. Kemudian pada umur 50–75 HST, aplikasi dapat dilanjutkan menggunakan KNO3 CRYSTAL dengan dosis 3–6 gram/L melalui penyemprotan.

pemupukan-tanaman-pare

Kesimpulan

Budidaya pare yang produktif membutuhkan perpaduan antara teknik budidaya yang tepat, perawatan tanaman secara rutin, serta pemenuhan nutrisi sesuai fase pertumbuhan. Pemberian pupuk secara bertahap membantu tanaman memperoleh nutrisi yang dibutuhkan sejak awal pertumbuhan hingga memasuki fase produksi. Dengan program pemupukan menggunakan produk DGW Fertilizer yang diaplikasikan sesuai dosis dan waktu yang direkomendasikan, Sobat Tani dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman pare secara lebih optimal. Rawat tanamannya, penuhi nutrisinya, optimalkan hasilnya bersama DGW Fertilizer!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *