Buncis (Phaseolus vulgaris L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang banyak dikonsumsi sebagai sumber protein nabati bagi masyarakat. Selain memiliki nilai ekonomi di pasar domestik, buncis juga berpotensi dikembangkan sebagai komoditas ekspor, baik dalam bentuk segar maupun produk olahan. Oleh karena itu, penerapan budidaya yang tepat menjadi salah satu kunci untuk menghasilkan tanaman buncis dengan pertumbuhan optimal dan produktivitas tinggi.
Budidaya Buncis dan Pentingnya Pemupukan
Budidaya buncis dimulai dengan pemilihan benih berkualitas, persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan, hingga pemanenan. Lahan perlu memiliki kondisi tanah yang gembur, subur, serta memiliki drainase yang baik.
Selain faktor lingkungan, pemenuhan kebutuhan nutrisi menjadi bagian penting dalam menentukan produktivitas buncis. Unsur hara yang diserap tanaman berperan dalam pembentukan organ vegetatif, proses fotosintesis, hingga perkembangan polong.
Pertumbuhan vegetatif yang baik akan menghasilkan daun yang optimal sebagai organ fotosintesis, sehingga mampu menyediakan asimilat yang cukup untuk mendukung pembentukan dan perkembangan polong.
Karena kebutuhan tanaman berubah sesuai fase pertumbuhannya, pemupukan sebaiknya dilakukan secara bertahap dan berimbang. Pemberian pupuk tidak hanya berfokus pada satu unsur hara, tetapi perlu mempertimbangkan kebutuhan nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), serta unsur hara lainnya. Meskipun buncis dapat memperoleh sebagian nitrogen melalui simbiosis dengan Rhizobium, ketersediaan NPK tetap perlu diperhatikan untuk mendukung pertumbuhan dan produksi tanaman.
Rekomendasi Pemupukan Buncis DGW Fertilizer
Untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman buncis sejak awal pertumbuhan hingga fase produksi, DGW Fertilizer merekomendasikan program pemupukan yang diberikan secara bertahap sesuai umur tanaman.
- Pemupukan Dasar
Pada saat persiapan awal budidaya, aplikasikan:
NPK GOLD DGW 16-10-18: 100 kg/ha
HX-DAP: 50 kg/ha
Kedua pupuk dapat diaplikasikan dengan cara ditaburkan secara merata atau dikocorkan.
- Pemupukan Umur Tanaman 15 HST
Memasuki fase pertumbuhan awal, aplikasikan:
NPK COMPACTION DGW 15-15-15+TE: 250 kg/ha
HX-AS: 50 kg/ha
Aplikasi dilakukan dengan cara ditaburkan merata atau dikocorkan.
- Pemupukan Umur Tanaman Umur 30 HST
Pada fase pertumbuhan berikutnya, kebutuhan nutrisi tanaman perlu kembali diperkuat. Gunakan:
NPK BOOSTER DGW 12-6-22-3+TE: 150 kg/ha
HX-AS: 100 kg/ha
Aplikasikan secara merata atau dengan metode kocor.
- Pemupukan Umur Tanaman Umur 45 HST
Memasuki fase produksi, berikan:
NPK BOOSTER DGW 12-6-22-3+TE: 150 kg/ha
HX-MROPH: 50 kg/ha
Keduanya dapat ditaburkan secara merata atau dikocorkan.
Aplikasi Pupuk Daun
Selain pemupukan melalui tanah, pemberian nutrisi melalui daun dapat digunakan sebagai pelengkap program pemupukan. Pada umur 15–30 HST, aplikasikan HX-MKP dengan dosis 2–5 gram/L melalui penyemprotan atau pengocoran. Selanjutnya, pada umur 45–60 HST, gunakan KNO3 CRYSTAL dengan dosis 3–6 gram/L, yang dapat diaplikasikan dengan cara disemprotkan atau dikocorkan.
Pemupukan yang diberikan secara tepat waktu dan sesuai fase pertumbuhan dapat membantu tanaman buncis memperoleh nutrisi secara lebih optimal. Dengan dukungan budidaya yang baik serta program pemupukan yang berimbang, tanaman diharapkan mampu tumbuh sehat, membentuk polong secara optimal, dan menghasilkan produktivitas yang lebih maksimal. DGW Fertilizer, mendukung pertumbuhan tanaman dari awal hingga panen.

