Gambas merupakan tanaman sayuran buah yang termasuk dalam kelompok tanaman merambat dari famili Cucurbitaceae atau suku labu-labuan. Tanaman yang dikenal juga sebagai oyong ini banyak dimanfaatkan sebagai bahan pangan dan memiliki potensi sebagai tanaman obat. Meskipun termasuk komoditas sayuran buah minor, gambas masih banyak dibudidayakan karena relatif mudah tumbuh dan dapat ditanam di dataran rendah maupun dataran tinggi.
Budidaya gambas pada dasarnya tidak memerlukan perawatan yang terlalu kompleks. Tanaman membutuhkan lahan dengan drainase baik, ketersediaan air yang cukup, serta penyangga atau lanjaran untuk mendukung pertumbuhan batang dan sulurnya. Agar pertumbuhan tanaman berlangsung optimal hingga menghasilkan buah yang berkualitas, pemenuhan kebutuhan unsur hara melalui pemupukan menjadi salah satu bagian penting dalam budidaya gambas.
Pemupukan Tanaman Gambas
Pemupukan yang tepat perlu dilakukan secara berimbang dan disesuaikan dengan fase pertumbuhan tanaman. Pada fase awal, tanaman membutuhkan unsur hara untuk mendukung pertumbuhan akar, batang, dan daun. Memasuki fase pertumbuhan dan pembentukan buah, kebutuhan unsur hara perlu diperhatikan agar tanaman mampu tumbuh kuat serta mendukung pembentukan dan perkembangan buah.
DGW Fertilizer menyediakan rangkaian produk pupuk yang dapat digunakan dalam program pemupukan tanaman gambas. Aplikasi pupuk dapat dilakukan mulai dari pemupukan dasar hingga pemupukan susulan sesuai umur tanaman.
Pemupukan Dasar
Pemupukan dasar dilakukan sebelum atau saat penanaman untuk menyediakan unsur hara sejak awal pertumbuhan. Rekomendasi pemupukan dasar tanaman gambas yaitu:
- NPK GOLD DGW 16-10-18 dengan dosis 150 kg/ha, diaplikasikan dengan cara ditaburkan secara merata.
- HX-DAP dengan dosis 50 kg/ha, diaplikasikan dengan cara ditaburkan secara merata.
Pemberian pupuk dasar membantu menyediakan nutrisi yang dibutuhkan tanaman pada fase awal sehingga pertumbuhan tanaman dapat berlangsung dengan baik.
Pemupukan Umur 14 HST
Saat tanaman memasuki umur 14 hari setelah tanam (HST), pemupukan susulan dapat dilakukan untuk mendukung pertumbuhan vegetatif. Rekomendasinya adalah:
- NPK COMPACTION DGW 15-15-15+TE dosis 200 kg/ha, ditaburkan secara merata.
- HX-AS dosis 150 kg/ha, ditaburkan secara merata.
Ketersediaan unsur hara yang cukup pada fase ini penting untuk mendukung perkembangan tanaman sebelum memasuki fase pertumbuhan berikutnya.
Pemupukan Umur 21 HST
Pada umur 21 HST, tanaman mulai membutuhkan dukungan nutrisi yang lebih optimal untuk menunjang pertumbuhan dan persiapan menuju fase pembentukan bunga dan buah. Gunakan:
- NPK BOOSTER DGW 12-6-22-3+TE dosis 150 kg/ha, ditaburkan secara merata.
- HX-MROPH dosis 50 kg/ha, ditaburkan secara merata.
Kombinasi pemupukan tersebut dapat menjadi bagian dari program pemenuhan kebutuhan hara tanaman pada fase pertumbuhan aktif.
Pemupukan Umur 35 HST
Pemupukan selanjutnya dilakukan saat tanaman berumur 35 HST dengan rekomendasi:
- NPK BOOSTER DGW 12-6-22-3+TE dosis 150 kg/ha, ditaburkan secara merata.
- HX-MROPH dosis 50 kg/ha, ditaburkan secara merata.
Pemupukan pada fase ini ditujukan untuk mempertahankan ketersediaan nutrisi tanaman selama memasuki fase produksi sehingga pertumbuhan dan perkembangan tanaman dapat berlangsung secara optimal.
Aplikasi Pupuk Daun
Selain pupuk yang diaplikasikan melalui tanah, pemberian pupuk melalui daun dapat menjadi bagian dari program pemupukan tanaman gambas. Pada umur 7–21 HST, dapat diaplikasikan HX-MKP dengan dosis 2–5 gram/L melalui penyemprotan atau pengocoran.
Selanjutnya, pada umur 35–45 HST, aplikasi dapat dilanjutkan menggunakan KNO3 CRYSTAL dengan dosis 3–6 gram/L melalui penyemprotan atau pengocoran. Aplikasi pupuk daun perlu dilakukan secara tepat sesuai kondisi tanaman dan petunjuk penggunaan produk.
Kesimpulan
Budidaya gambas yang mudah tetap membutuhkan pengelolaan nutrisi yang tepat agar tanaman dapat tumbuh dan berproduksi secara optimal. Pemupukan secara bertahap mulai dari pupuk dasar, pemupukan susulan, hingga aplikasi pupuk daun dapat menjadi bagian dari strategi pemenuhan kebutuhan hara tanaman. Dengan program pemupukan yang tepat dan disertai pengelolaan budidaya yang baik, pertumbuhan tanaman gambas dapat lebih optimal sehingga mendukung produksi dan kualitas hasil panen.

