Workshop-durian-sulawesi

Workshop Durian : Buka Peluang Ekspor Durian Premium Sulawesi

Bulukumba, Sulawesi Selatan – Potensi durian lokal Sulawesi semakin menunjukkan peluang besar untuk menembus pasar global. Hal ini menjadi fokus utama dalam Workshop Durian : Evaluasi Buah & Recovery Pohon Pasca Panen yang digelar pada 2–4 Februari 2026 di Kebun Durian AMHEC FARM, Dusun Tokombeng, Desa Bijawang, Kecamatan Ujungloe, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Workshop ini diikuti oleh 150 petani durian premium dari berbagai wilayah di Sulawesi, meliputi Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Selatan, serta sejumlah pencinta durian dari daerah lain seperti Polewali Mandar, khususnya Petani Durian, wilayah Mamuju, Luwu Raya, Polewali Mandar, Kolaka dan Sulawesi bagian Selatan. Event ini menjadi wadah strategis untuk berbagi pengetahuan, pengalaman dan peluang bisnis durian di tingkat nasional hingga internasional.

Workshop-durian-sulawesi

Durian Premium dan Teknologi Budidaya Modern

Dalam workshop ini, peserta mendapatkan materi dan praktik lapangan terkait budidaya durian premium, dengan fokus pada varietas unggulan seperti Musang King, Black Thorn dan beberapa varietas potensial lainnya. Kondisi tanaman yang dibahas meliputi fase vegetatif (recovery) hingga generatif, sehingga petani memperoleh pemahaman menyeluruh tentang perawatan durian dari awal hingga berbuah optimal.

Sejumlah petani durian ternama turut hadir, di antaranya Aco Masruddin Mogot dari Kebun Raya Bulo (KRB) Bukit Merdeka Farm, Rijal dari Bulo, serta Irham dari Marea Farm Anreapi, yang berbagi pengalaman sukses dalam mengembangkan kebun durian berkualitas.

Workshop-durian-sulawesi

Potensi Durian Lokal Sulawesi untuk Pasar Global

Salah satu sesi utama diisi oleh Alif Albadri, Founder Durian Traveler Indonesia, yang memaparkan potensi ekonomi durian Indonesia untuk pasar mancanegara. Ia menegaskan bahwa durian Sulawesi memiliki keunggulan besar dari sisi iklim, kesuburan tanah, cita rasa khas dan kontinuitas produksi.

“Mimpi petani adalah memajukan durian Indonesia agar mendunia. Harapannya, bukan hanya dikenal secara global, tetapi juga mampu mendongkrak perekonomian petani,” ujar Alif di hadapan awak media.

Menurutnya, dengan penerapan standar budidaya yang tepat, pemupukan berimbang, serta manajemen kebun modern, durian lokal Sulawesi berpeluang besar menjadi komoditas ekspor bernilai tinggi, bersaing dengan durian dari negara lain di pasar internasional.

Workshop-durian-sulawesi

Komitmen DGW Fertilizer Dukung Petani Durian

Dalam kegiatan ini, DGW Fertilizer bersama DGW Group menunjukkan komitmennya dalam mendukung kemajuan petani durian Indonesia. Sebagai produsen pupuk, DGW terus memberikan support melalui produk-produk berkualitas untuk meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas tanaman durian.

DGW Group berkomitmen mendorong kemajuan petani, khususnya petani durian, melalui edukasi, pendampingan teknis, dan peningkatan kapasitas budidaya. Adapun produk unggulan yang menjadi fokus dalam workshop ini meliputi : NPK Premium,  Cakra Pandawa K12, Pupuk Restorasi Nutrisi Tanah DGW, Vitagro 11-8-6+TE, dll

Produk-produk tersebut dirancang untuk menunjang pertumbuhan vegetatif, pembungaan, hingga pembentukan buah durian yang berkualitas tinggi dan bernilai jual tinggi.

Workshop-durian-sulawesi

Menuju Durian Sulawesi Mendunia

Workshop Durian : Evaluasi Buah & Recovery Pohon Pasca Panen ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat ekosistem durian premium di Sulawesi. Melalui kolaborasi antara petani, praktisi, edukator dan produsen sarana pertanian, diharapkan durian lokal Sulawesi mampu menjadi ikon durian Indonesia di pasar global, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.

Workshop-durian-sulawesi


Penulis : Dian Islamiah – Marketing Komunikasi DGW Fertilizer
Photographer : Prasetyo Alif Rizki Yusman – Marketing Komunikasi DGW Fertilizer

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *