pemupukan-tanaman-jagung-pipil-dgw-fertilizer

Pemupukan Tanaman Jagung Pipil untuk Hasil Panen Optimal

Jagung merupakan salah satu komoditas pertanian penting yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Selain menjadi bahan pangan, jagung juga banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku pakan ternak dan berbagai industri. Salah satu jenis yang paling banyak dibudidayakan untuk kebutuhan tersebut adalah jagung pipil.

Mengenal Jagung Pipil

Jagung pipil adalah jagung yang dipanen ketika bijinya telah mencapai tingkat kematangan dan kadar air tertentu, kemudian bijinya dipisahkan dari tongkol. Berbeda dengan jagung manis yang umumnya dipanen dalam kondisi masih muda untuk dikonsumsi sebagai sayuran atau makanan segar, jagung pipil biasanya dibiarkan hingga biji berkembang maksimal dan mengeras sebelum dipanen.

Secara umum, jagung yang dibudidayakan dapat dibedakan berdasarkan tujuan pemanfaatannya. Jagung pipil lebih banyak digunakan sebagai bahan baku pakan ternak, pangan, dan industri. Jagung manis memiliki kandungan gula lebih tinggi dan dipanen muda untuk dikonsumsi langsung. Sementara itu, terdapat pula jagung pulut yang dikenal dengan tekstur pulen karena kandungan amilopektinnya yang tinggi, serta jenis jagung lainnya yang dikembangkan untuk kebutuhan pangan, pakan maupun industri.

Karena tujuan produksinya berbeda, kebutuhan budidaya dan waktu panennya juga tidak sama. Pada jagung pipil, pembentukan dan pengisian biji menjadi salah satu faktor penting yang menentukan hasil pipilan kering. Oleh sebab itu, ketersediaan unsur hara selama pertumbuhan tanaman perlu diperhatikan melalui pemupukan yang tepat.

Pentingnya Pemupukan pada Tanaman Jagung Pipil

Hasil jagung dapat ditingkatkan dengan pemupukan yang tepat, baik dari segi jenis pupuk, dosis maupun waktu pemberiannya. Peningkatan hasil pipilan kering jagung sangat dipengaruhi oleh ketersediaan unsur hara, terutama nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K).

Nitrogen (N)

Nitrogen merupakan salah satu unsur makro primer yang sangat dibutuhkan tanaman. Unsur ini berperan penting dalam pembentukan sel-sel baru dan mendukung pertumbuhan vegetatif tanaman.

Pada tanaman jagung, ketersediaan nitrogen yang cukup membantu mendukung pertumbuhan batang dan daun, sehingga tanaman memiliki kemampuan yang baik dalam melakukan fotosintesis. Hasil fotosintesis tersebut kemudian menjadi sumber energi dan bahan untuk mendukung pembentukan serta pengisian biji.

Fosfor (P)

Fosfor sering disebut sebagai salah satu kunci kehidupan tanaman karena terlibat dalam berbagai proses penting di dalam tanaman dan merupakan bagian dari setiap sel hidup.

Pada jagung, fosfor berperan dalam mendukung pertumbuhan akar, transfer energi, serta perkembangan tanaman. Ketersediaan fosfor yang cukup sejak fase awal pertumbuhan membantu tanaman membangun sistem perakaran yang baik sehingga penyerapan air dan unsur hara dapat berlangsung lebih optimal.

Kalium (K)

Kalium merupakan unsur yang tidak kalah penting dalam mendukung pertumbuhan dan hasil tanaman jagung. Kalium berperan dalam menjaga status air tanaman, keseimbangan energi dan tekanan turgor sel, osmoregulasi, translokasi fotosintat, serta membantu proses pembukaan dan penutupan stomata.

Dalam budidaya jagung pipil, kalium juga berperan penting dalam mendukung proses pembentukan dan pengisian biji. Ketersediaan K yang cukup dapat membantu tanaman mempertahankan pertumbuhan dan produktivitas, termasuk pada kondisi ketersediaan air yang kurang.

Penelitian dalam jurnal Long-Term Fertilizer and Water Availability Effects on Cereal Yield & Soil Chemical in China juga menunjukkan bahwa pupuk K dapat membantu meningkatkan pertumbuhan dan hasil panen pipilan kering pada kondisi stres kelembaban, khususnya di lingkungan dengan iklim kering.

pemupukan-tanaman-jagung-pipil-dgw-fertilizer-

Kapan Waktu yang Tepat untuk Memupuk Jagung?

Pemupukan tanaman jagung perlu dilakukan secara bertahap agar unsur hara tersedia sesuai kebutuhan tanaman pada setiap fase pertumbuhan.

Secara umum, pemupukan jagung dapat dilakukan sebanyak tiga kali, yaitu pupuk dasar pada awal tanam, pupuk susulan pertama pada umur sekitar 28–30 hari setelah tanam (HST), dan pupuk susulan kedua pada umur sekitar 45–50 HST.

Namun, dalam praktik budidaya, waktu dan dosis pemupukan dapat disesuaikan dengan kondisi lahan, varietas, tingkat kesuburan tanah, cuaca, serta target hasil yang ingin dicapai.

ilustrasi-pemupukan-tanaman-jagung-pipil-dgw-fertilizer

Rekomendasi Pemupukan Jagung Pipil dengan Produk DGW Fertilizer

Berikut salah satu rekomendasi pemupukan tanaman jagung pipil menggunakan produk DGW Fertilizer:

Pemupukan Umur 10–14 HST

Pada fase awal pertumbuhan, tanaman membutuhkan dukungan unsur hara untuk membangun pertumbuhan vegetatif dan sistem perakaran.

  1. NPK ARJUNA DGW  12-12-12 — 100 kg/ha, ditaburkan secara merata.
  2. HX-AS — 150 kg/ha, ditaburkan secara merata.
  3. Cakra Pandawa PMS — 100 kg/ha, ditaburkan secara merata.

Pemupukan Umur 25–30 HST

Memasuki fase pertumbuhan yang lebih aktif, kebutuhan unsur hara tanaman mulai meningkat. Pemupukan pada fase ini ditujukan untuk mendukung pertumbuhan tanaman dan mempersiapkan tanaman menuju fase generatif.

  1. HX-NITRO — 250 kg/ha, ditaburkan secara merata.
  2. HX-MROPH — 50 kg/ha, ditaburkan secara merata.
  3. Cakra Pandawa PMS — 100 kg/ha, ditaburkan secara merata.

Pemupukan Umur 40–45 HST

Pada fase berikutnya, tanaman membutuhkan ketersediaan unsur hara yang mendukung perkembangan generatif dan pembentukan hasil.

  1. HX-AS — 200 kg/ha, ditaburkan secara merata.
  2. HX-MROPH — 50 kg/ha, ditaburkan secara merata.
  3. Cakra Pandawa PMS — 50 kg/ha, ditaburkan secara merata.

Pemupukan Tepat, Hasil Jagung Lebih Optimal

Produktivitas jagung pipil tidak hanya ditentukan oleh penggunaan varietas unggul. Pengelolaan tanaman secara menyeluruh, mulai dari pengolahan lahan, penggunaan benih, pengairan, pengendalian organisme pengganggu tanaman, hingga pemupukan harus dilakukan secara tepat.

Pemupukan yang berimbang membantu menyediakan unsur hara sesuai kebutuhan tanaman pada setiap fase pertumbuhan. Nitrogen mendukung pertumbuhan tanaman, fosfor membantu perkembangan akar dan proses metabolisme, sementara kalium berperan dalam berbagai proses fisiologis tanaman serta mendukung pembentukan dan pengisian biji.

Dengan jenis, dosis, dan waktu pemupukan yang tepat, tanaman jagung dapat tumbuh lebih optimal dan memiliki potensi menghasilkan pipilan kering yang lebih tinggi.

DGW Fertilizer — Sukses Bersama Petani.

Sumber

Pemupukan Berimbang pada Tanaman Jagung, Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian (BPSIP) Bengkulu, 2024.

Long-Term Fertilizer and Water Availability Effects on Cereal Yield & Soil Chemical in China.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *